SUKAMULYA MAJU - Kepala Desa dan Perangkat Desa Sukamulya kecamatan Garawangi mengikuti pelaksanaan Tes Stifin yang bertempat di ruang rapat Pemerintah Desa Sukamulya, kegiatan dimaksud bertujuan untuk mengetahui karakteristik masing masing orang.
Tes STIFIn adalah metode pemetaan potensi diri berbasis genetic intelligence yang memindai 10 sidik jari untuk mengidentifikasi belahan otak dominan, yaitu: Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, atau insting. Tes ini bertujuan mengetahui bakat alami, gaya belajar, dan kepribadian genetik yang stabil seumur hidup.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai tes STIFIn:
Metode: Dilakukan dengan menscan 10 sidik jari menggunakan alat khusus dalam waktu singkat (1-2 menit).
Akurasi: Berbasis biometrik sehingga hasilnya objektif, stabil, dan tidak berubah-ubah seiring waktu.
5 Tipe Mesin Kecerdasan (MK):
Sensing (S): Mengandalkan pancaindra, rajin, teliti, dan aktif.
Thinking (T): Logis, analitis, objektif, dan kritis.
Intuiting (I): Kreatif, imajinatif, visioner, dan penuh ide.
Feeling (F): Empatik, hangat, pandai bersosialisasi, dan emosional.
Insting (In): Spontan, cepat tanggap, multitasking, dan adaptif.
Sub-Tipe: Hasil tes juga dibagi menjadi introvert (i) dan extrovert (e) untuk menentukan arah pengembangan kecerdasan lebih spesifik.Manfaat: Membantu mengenali bakat sejak dini, menentukan jurusan kuliah/karir yang pas, hingga cara belajar efektif.
Tes STIFIn umumnya dilakukan oleh promotor resmi STIFIn dan hasilnya keluar dalam bentuk sertifikat yang menjelaskan tipe kecerdasan, potensi, dan tips pengembangan diri.